Preloader

Energi

Energi

Energi merupakan salah satu hal krusial yang dibutuhkan Perusahaan untuk menjalankan kegiatan bisnis baik di lapangan maupun di kantor. Di lapangan yakni lokasi penambangan, energi bahan bakar diperlukan untuk mengoperasikan mesin dan alat berat. Sementara di kantor, energi listrik diperlukan untuk penerangan, menggerakkan perangkat elektronik, dan sebagainya. Perusahaan juga memiliki PLTU serta pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan untuk memenuhi keperluan energi listrik selain menggunakan PLN. Hal ini dalam rangka mewujudkan komitmen Perusahaan untuk mengembangkan energi baru yang terbarukan. [103-1, 103-2]

Dalam rangka efisiensi energi, Perusahaan juga membuat Kebijakan Sumber Daya Efisiensi Energi Listrik dan BBM bersama manager energi yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)/LSP-HAKE. Manager energi inilah yang selanjutnya bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Manajemen energi ini telah dijalankan mulai dari perencanaan strategis dengan sasaran dan jadwal yang jelas, pelaksanaan, hingga pemantauan melalui audit energi yang dilaksanakan baik internal maupun eksternal. [103-2]

Kebijakan Sumber Daya Efisiensi Energi Listrik dan BBM dibuat sejak tahun 2017. PTBA selalu berinovasi dalam melakukan upaya efisiensi energi. Inovasi terbaru yang berhasil diterapkan yaitu:

1. Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang
Perusahaan mulai mengoperasikan listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Tanjung Enim berkapasitas 3x10 MW. Inovasi dilakukan dengan merubah sistem power supply pada peralatan Hot Splicing Tools Vulcanizer. Unsur Kebaruan pada program ini yaitu Penambahan Komponen, dimana sistem power supply semula menggunakan energi listrik dari Genset yang memerlukan bahan bakar solar menjadi pemanfaatan energi listrik dari PLTU Mulut Tambang 3 x 10 MW. Selain itu, perubahan terjadi juga pada sistem kontrol dan metering berbasis digitalisasi yang dapat memonitoring pemakaian energi listrik. Melalui program ini perusahaan menghemat konsumsi BBM (solar) sebesar 45.360 liter setara dengan 1.751,16 GJoule atau 0,034?ri total Solar yang digunakan pada tahun 2019 yang bila dirupiahkan senilai dengan Rp389.052.720 (asumsi harga BBM solar industri Rp8.577/liter di Tahun 2019). Nilai Tambah yang didapat adalah Perubahan Perilaku berupa penurunan emisi sebesar 121,11 tCO2 e (1 liter BBM ? 0,00267 tCO2 e) serta implementasi konservasi energi dalam Good Mining Practice. [103-3]

2. Program Engine State Monitoring
Program Engine State Monitoring yang dapat menurunkan konsumsi BBM sebesar 52.017 liter adalah Engine State Monitoring Low Idle Dump Truck sebagai penerapan teknologi terbaru berbasis Industry 4.0, yang semula tidak dapat dilakukan monitoring low idle di unit Hauling Dump Truck. Kuantifikasi perbaikan lingkungan akibat perubahan sistem ini berupa perubahan rantai nilai keseluruhan sistem (perubahan metode, perubahan perilaku, dan akurasi data lebih cepat dan akurat) adalah adanya penurunan konsumsi BBM sebesar 3.954 GJ per tahun (1 liter BBM ? 0,038 GJ) setara dengan penurunan emisi sebesar 277,7 tCO2 e (1 liter BBM ?IV - 160,00267 tCO2e) dan implementasi konservasi energi dalam Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice).

3. E-Mining Reporting System
Merupakan inovasi yang dilakukan dalam penerapan teknologi terkini Industry 4.0 dalam sistem pelaporan penambangan berupa pelaporan batubara (coal) dan overburden (OB). Unsur Kebaruan progam E-Mining Reporting System adalah berhasil mengganti sub sistem yang sebelumnya masih konvensional (pelaporan menggunakan kendaraan operasional) berubah menjadi metode pelaporan real time menggunakan aplikasi E-Mining Report System. Melalui program ini perusahaan mampu mengurangi jarak operasional kendaraan sebesar 157.226 km/tahun setara dengan menghemat konsumsi BBM (Solar) sebesar 1.257.811 Liter per tahunnya. Penghematan BBM (Solar) ini bila dirupiahkan akan senilai dengan Rp10,78 Miliyar per tahun (asumsi Harga BBM Solar industri Rp8.577/Liter).

Energi

Dengan berbagai upaya tersebut, secara keseluruhan, intensitas pemakaian energi listrik di UPTE pada tahun 2020 adalah sebesar 0,0210 GJ/ton, lebih kecil dari tahun sebelumnya, yang tercatat 0,1737 GJ/ton. Konsumsi, produksi dan penghematan energi selengkapnya selama tahun pelaporan disajikan dalam tabel-tabel berikut: [103-, 302-1, 302-3, 302-4, 302-5] [6.d.3)a)] [6.d.3)b)]
Jl. Parigi No.1, Tanjung Enim 31716
Sumatera Selatan, Indonesia
+(62) 734 451 096
Sen-Jum 8:30am-6:30pm
corsec@bukitasam.co.id
24 X 7 online support
<iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3981.231005733831!2d103.7903350145531!3d-3.759825444385428!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e39f1a2f0682149:0xf73ddb829121a0e8!2sKantor Pusat PT Bukit Asam, Tbk.!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1614782701316!5m2!1sen!2sid" style="border:0; width: 100%; height: 300px;" loading="lazy"></iframe>
TOP