ID EN

Kenaikan Harga Jual Angkat Profitabilitas Bukit Asam 08 November 2011

info memo image

Jakarta (IFT) - Margin profibilitas PT Bukit Asam Tbk (PTBA), badan usaha milik negara di sektor pertambangan batu bara, hingga kuartal III 2011 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu, di topang kenaikan harga jual yang lebih tinggi dari beban, menurut riset IFT. Kendati demikian , margin laba sedikit turun jika di bandingkan semester I yang mengindikasikan lebih lemahnya kinerja di kuartal III.

Bukit Asam hingga akhir September tahun ini membukukan pendapatan Rp 7,75 triliun, tumbuh 31,3% di bandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 50,3% (year -on- year) menjadi Rp 3,9 triliun dan laba usaha naik dari 75,46% menjadi 2,86 triliun dari Rp 1,38 triliun.
 
Berdasarkan angka tersebut, margin laba kotor Bukit Asam naik menjadi 51,3% dari 44,81% di kuartal III tahun lalu. Margin laba usaha tumbuh menjadi 36,91% dari 27,68%. Sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 30% dari 23,38%. Kendati demikian, margin Bukit Asam di kuartal III lebih rendah di bandingkan semester I. Saat itu tercatat margin laba kotor mencapai 52,51% margin laba usaha 38,52% dan margin laba bersih 31,47%.
 
Achmad Sudarto, Seketaris Perusahaan Bukit Asam, mengatakan pada periode Januari - september 2011 produksi perseroan naik 8% menjadi 10,18 juta ton dari priode sama tahun lalu sebesar 9,39 juta ton. Sementara volume penjualan naik 1% menjadi 9,86 juta ton dari priode sama tahun lalu sebesar 9,78 juta ton. " penjualan domestik sekitar 68% dan ekspor 32%, " ujarnya, Rabu.
 
Harga jual rata- rata untuk domestik naik 24% menjadi Rp 736 ribu per ton dari Rp 613.214 per ton. Begitu juga dengan harga jual ekspor yang meningkat 53% menjadi US$ 100,19 per ton dari US$ 65,44 per ton.
 
Pada semester I, volume penjualan Bukit Asam naik 2% menjadi 6,5 juta ton (year- on- year) dari 6,37 juta ton. Komposisi penjualan domestik dan ekspor masing- masing 66% dan 34%.
 
Harga jual rata- rata untuk domestik meningkat 27% menjadi 760.500 per ton. Sedangkan harga jual ekspor naik 62% menjadi US$ 98,8 dolar per ton.
 
Menurut Sudarto, perseroan berhasil menekan beban sehingga kenaikannya tidak setinggi peningkatan harga. Beban pokok penjualan naik 16% dari Rp 3,26 triliun menjadi 3,78 triliun. Beban usaha juga hanya naik 10% menjadi 1,1 triliun. Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan  lain- lain Rp 295,3 miliar naik 59% dari kuartal III tahun lalu Rp 185,76 miliar . " Inilah yang membuat laba bersih naik signifikan di samping faktor kenaikan harga, " ujarnya.
 
Sukrisno, Direktur Utama Bukit Asam, optimis perseroan bisa mencapai target laba bersih Rp 3 triliun tahun ini. Target tersebut berdasarkan volume penjualan yang di perkirakan tumbuj 13% mencapai 14,5 juta ton serta  harga jual hingga akhir tahun yang tetap tinggi.
 
Riset PT NISP Sekuritas menyatakn laba bersih yang di bukukan Bukit Asam di bawah ekpetasi akibat lebih rendahnya volume penjualan. NISP Sekuritas semula memproyeksikan volume penjualan Bukit Asam dalam sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 11, 3 juta ton.
 
Secara kuartalan, kinerja Bukit Asam sepanjang tiga bulan yang berakhir September juga lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Khusus di kuartal III, laba bersih perseroan tercatat Rp 713,9 miliar atau turun 16,2% dari Rp 851,7 miliar.
 
Pada perdagangan Rabu, harga saham Bukit Asam ditutup turun Rp 100 atau 0,58% menjadi Rp 17.250.
 
PT Bumi Resource Tbk (BUMI), produsen batu bara terbesar, mengestimasikan produksi hingga kuartal III 2011 mencapai 47 juta ton atau 71,2% dari target hingga akhir tahun sebesar 66 juta ton. Sedangkan volume penjualan di perkirakan 45,8 juta ton.
 
Dileep Srivastava, Direktur dan Seketaris Perusahaan Bumi Resources, mengatakan khusus kauartal III produksi mencapai 17 juta ton dengan penjualan 16,5 juta ton dan harga jual rata- rata US$ 93 per ton. Pada kuartal sebelumnya, produksi tercatat 15,2 juta ton dan penjualan 15,3 juta ton. " kinerja operasional sejauh ini masih sesuai target. Dibandingkan kuartal II, produksi naik sekitar 12% dan penjualan meningkat 8%, " ujarnya.
 
Riset PT JP Morgan Securities Indonesia memprediksi penjualan batu bara Bumi Resource hingga kuartal III mencapai 46 juta ton dengan harga jual rata- rata US$ 92- US$ 93 per ton. Karena itu, laba sebelum bunga dan pajak di perkirakan US$ 375 juta dan laba bersih mencapai US$ 167 juta.
 
Disadur dari sumber : indonesiafinancetoday.com